Isi formulir ini
dan klaim hak anda
sebagai penerus Sin Lam Ba

Dari (email) 
Subject 
Nama 
Provinsi / Negara 
Nama Perawat 
No. Telp. Perawat 
Masukkan captcha pkmjrwje 
    

Situs ini tidak menerima anggota secara online. Kami akan mem-verifikasi keberadaan anda kepada perawat anda. Pastikan anda memberikan informasi yang benar perihal perawat anda. Proses ini akan berlangsung sedikit lama, tetapi kami akan segera men-konfirmasi apapun hasilnya kepada anda melalui email.

Murotal

Login Pengguna

Pengunjung

Hari Ini242
Total114049

IP Anda 54.204.231.253
Unknown ? Unknown Tue 02 Sep 2014 23:37

Siapa Online

None

Calendar

Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga PS. Sin Lam Ba

 

kop surat

cover adart

 

 

ANGGARAN DASAR PS SIN LAM BA



BAB I
NAMA DAN KEDUDUKAN


Pasal 1
Organisasi ini bernama Perguruan Silat  SIN LAM BA disingkat Perguruan Silat SIN LAM BA, Pengurusan Pusat berkedudukan di JAKARTA



BAB II
ASAS, SIFAT DAN STATUS


Pasal 2
Organisasi ini berasaskan Islam


Pasal 3
Organisasi ini bersifat keolahragaan, seni budaya, dan kemasyarakatan


Pasal 4
Status organisasi adalah bernaung di bawah Ikatan Pencak Silat Indonesia dan independent, tidak bernaung di bawah naungan salah satu kekuatan sosial politik



BAB III
TUJUAN


Pasal 5


Tujuan Oragnisasi ini adalah
1)    Melestarikan dan mengembangkan kebudayaan bangsa Indonesia pada umumnya dan olah raga bela diri Perguruan Silat SIN LAM BA pada khususnya.
2)    Membangun manusia seutuhnya agar bertaqwa kepada Allah SWT, sehat jasmani dan rohani, berjiwa patriot, setia kawan serta berakhlak mulia, sehingga dapat menjadi modal dasar pembangunan bangsa dan negara.



BAB IV
KEGIATAN


Pasal 6


Untuk mencapai tujuan organisasi, maka kegiatan yang akan dilakukan :
1)    Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan serta pelatihan Silat  SIN LAM BA Bapak Moh. Toha.
2)    Membina persaudaraan sesama ikhwan.
3)    Mengadakan kegiatan-kegiatan keagamaan dalam rangka memperdalam ilmu, iman dan amal.
4)    Mengadakan kegiatan-kegiatan lain yang tidak bertentangan dengan Agama Islam dan perundang-undangan yang berlaku.

 


BAB V
LAMBANG


Pasal 7

Lambang organisasi ini adalah jabatan tangan warna coklat dengan ornamen-ornamen huruf arab ﺏ ﻞ ﺲ, pad di kanan dan di kirinya, serta dua trisula kembar di dalam sebuah bidang berbentuk segi lima dengan warna dasar putih dan garis hitam.




 

 

BAB IX
PENGURUS CABANG (PENGCAB)


Pasal 15

1)    Pengurus Cabang adalah pihak yang dianggap mampu untuk mengatur, mengelola dan menjalankan manajemen organisasi di cabang Perguruan Silat SIN LAM BA itu berada.
2)    Pengurus Cabang terdiri dari pihak-pihak yang berasal dari Ranting-ranting Perguruan Silat SIN LAM BA di wilayah cabang itu berada.
3)    Pengurus Cabang bertanggung jawab kepada PENGDA dalam mengatur dan mengawasi perkembangan Ranting-ranting Perguruan Silat SIN LAM BA di wilayah cabang itu berada.

 


BAB X
RANTING


Pasal 16

1)    Ranting adalah pihak yang ditunjuk atau menunjuk diri sebagai pihak yang dianggap mampu untuk menjalankan pelatihan Perguruan Silat SIN LAM BA di wilayah terkecil dari cabang itu berada.
2)    Ranting bertanggungjawab kepada PENGCAB untuk hal pelatihan dalam rangka penyebaran luasan Perguruan Silat SIN LAM BA di wilayah tersebut.



BAB XI
KEPERAWATAN


Pasal 17

1)    Dewan Perawat adalah kumpulan perawat Perguruan Silat SIN LAM BA yang diketuai langsung oleh Ketua Dewan Perawat.
2)    Perawat adalah ikhwan / Akhwat Perguruan Silat SIN LAM BA yang telah dikukuhkan secara resmi oleh Sesepuh / Ketua Dewan Perwat
3)    Perawat bertanggung jawab terhadap setiap kegiatan latihan seni bela diri silat dan tenaga dalam serta penelitian dan pengembangan yang dilakukan di walayahnya.
4)    Wewenang pengukuhan perawat dimiliki oleh Sesepuh / Ketua Dewan Perawat yang disahkan oleh Pengurus Pusat.
5)    Pengangkatan Perawat dan fungsi Perawat ditentukan berdasarkan usulan para Perawat yang didasarkan pada pertimbangan kebutuhan daerah setempat serta hal lainnya baik jumlah murid ataupun luas wilayah.



BAB XII
STRUKTUR PEWARISAN


Pasal 18
Susunan struktur pewarisan keilmuan Perguruan Silat SIN LAM BA terdiri dari :


1)    Sesepuh
2)    Pini Sepuh
3)    9 (Sembilan ) Santri



BAB XIII
SESEPUH


Pasal 19

Sesepuh adalah orang-orang yang dituakan sebagai sesama penerus langsung dari almarhum Bapak Mohammad Toha dan dianggap banyak memilki jasa dalam pengembangan Perguruan Silat SIN LAM BA yang belajar langsung atau faktor Nasab(keturunan).




 

 

Pasal 20

Sesepuh mempunyai fungsi :
1)    Sebagai Penasehat
2)    Mempunyai “Hak Veto” dalam hal pengambilan keputusan bila terjadi kebuntuan.
3)    Memberi keputusan berdasarkan keilmuannya.
4)    Sesepuh bersama Pengurus dalam pengambilan suatu keputusan.
5)    Bila Sesepuh berhalangan akan diteruskan atau diwakilkan oleh Pini Sepuh.

 

 

BAB XIV
PINI SEPUH


Pasal 21

1)    Pini Sepuh adalah orang-orang yang dipilih dan bersedia ditunjuk langsung oleh Sesepuh / Dewan Perawat bersama Pengurus sebagai calon Penerus didalam susunan kewenangan didalam hak kewarisan keilmuan Perguruan Silat SIN LAM BA .
2)    Pini Sepuh dipilih dan ditunjuk berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dan disepakati dengan melihat dari Penga-laman, Peng-amalan, Ke-tokohan dan kualitas serta loyalitas.
3)    Bila tidak ada salah satu kriteria tersebut maka tidak bisa dipilih dan ditunjuk sebagai Pini Sepuh.
4)    Pini Sepuh akan meneruskan atau mewakili apabila Sesepuh berhalangan sementara atau tetap

 

 

BAB XV
SEMBILAN SANTRI


Pasal 22

1)    Sembilan Santri adalah Ikhwan / Akhwat Perguruan Silat SIN LAM BA yang telah dipilih dan ditunjuk serta dipercaya sebagai ujung tombak perkembangan Perguruan Silat SIN LAM BA di masa depan
2)    9 (Sembilan) Santri terdiri dari 9 (sembilan) orang Ikhwan / Akhwat Perguruan Silat SIN LAM BA yang memiliki pemahaman mengenai keilmuan PS SIN LAM BA yang cukup dan telah lama bergabung dan mengabdi di Perguruan Silat SIN LAM BA
3)    9 (sembilan) Santri 9 (sembilan) Santri akan bisa menggantikan posisi Pini Sepuh bilamana diantaranya atau seluruhnya telah tiada.

 

 

BAB XVI
KEPELATIHAN


Pasal 23

1)    Pelatih adalah instruktur yang diangkat karena memiliki kemampuan seni dan olah raga Pencak Silat Perguruan Silat  SIN LAM BA .
2)    Pelatih mempunyai tugas menyelenggarakan kegiatan pelatihan, pengkaderan dan  pengembangan Perguruan Silat  SIN LAM BA.

 

 

BAB XVII
ORGANISASI


Pasal 24


Struktur Organisasi terdiri dari sekurang-kurangnya :
1)    Ketua Umum
2)    Ketua Bidang LITBANG Perguruan Silat SIN LAM BA
3)    Ketua Bidang PERSILATAN
4)    Sekretaris Umum
5)    Sekretaris (I dan II)
6)    Bendahara (I dan II)
7)    Seksi-seksi




 

 

Pasal 25

Ketua Umum merupakan pemegang pengendali tertinggi dalam menjalankan organisasi Perguruan Silat SIN LAM BA.
    


Pasal 26

Ketua bidang merupakan pemegang kendali tertinggi sesuai dengan tingkatan bidang oraganisasi masing-masing.


Pasal 27

Ketua bidang LITBANG bertanggung jawab dalam penelitian dan pengembangan keilmuan Perguruan Silat SIN LAM BA baik olah raga silat fisik maupun tenaga dalam.


Pasal 28

Ketua Bidang PERSILATAN bertanggungjawab dalam penyebaran bidang keilmuan Perguruan Silat SIN LAM BA baik metode pengajaran, kurikulum pengajaran jurus dan tenaga dalam serta pengawasan bidang persilatan yang dijalankan oleh para pelatih di lapangan serta selalu mengikuti perkembangan informasi dari IPSI


Pasal 29

Para Ketua bidang masing-masing berwenang mengangkat dan memberhentikan ikhwan /Akhwat pengurus lainnya



BAB XVIII
IKHWAN


Pasal 30

Keikhwanan terdiri dari :
1)    Ikhwan biasa, yaitu mereka yang memenuhi persyaratan menjadi ikhwan dan dengan ikhwan ingin mempelajari silat Sin Lam Ba
2)    Ikhwan Luar Biasa, yaitu mereka yang tidak memenuhi pesyaratan administrasi namun diberikan izin untuk mengikuti latihan atas persetujuan dari Dewan Perawat dan Pengda / Pengcab.
3)    Ikhwan Kehormatan, yaitu mereka yang berjasa bagi perkembangan organisasi dan diangkat setelah mendapat persetujuan dari Sesepuh dan Dewan Perawat dan disahkan oleh Pengurus Pusat.


Pasal 31

Syarat-syarat keikhwanan :
1)    Beragama Islam.
2)    Sehat jasmani dan rohani.
3)    Memiliki minat terhadap seni bela diri  Perguruan Silat  SIN LAM BA.
4)    Memenuhi syarat-syarat administratif keikhwanan.


Pasal 32


Hak-hak ikhwan :
1)    Berhak mengikuti kegiatan yang diadakan oleh Perguruan Silat SIN LAM BA dan berhak menggunakan fasilitas latihan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
2)    Berhak mengemukakan pendapatnya secara lisan, maupun tertulis dengan tegas, terarah dan bertanggung jawab mengenai Perguruan Silat SIN LAM BA.
3)    Berhak memilih dan dipilih menjadi pengurus dan memiliki hak suara danb hak bicara dalam rapat-rapat yang diadakan oleh organisasi.
4)    Bagi ikhwan luar biasa dan ikhwan kehormatan hanya memiliki hak bicara dalam rapat-rapat yang diadakan oleh organisasi jika diperlukan.




 

 

Pasal 33

Kewajiban ikhwan :
1)    Menjunjung tinggi dan menjaga nama baik Perguruan Silat SIN LAM BA.
2)    Menaati dan melaksanakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta tata tertib Perguruan Silat SIN LAM BA .
3)    Menjunjung tinggi rasa kesatuan dan tujuan organisasi dengan penuh tanggung jawab.


Pasal 34

1)    Sanksi diberlakukan terhadap ikhwan yang melanggar peraturan yang telah ditetapkan organisasi.
2)    Jenis-jenisd sanksi :

•    Peringatan lisan
•    Peringatan tertulis
•    Skorsing
•    Diberhentikan

3)    Hak membela diri atas sanksi yang diberhentikan.


Pasal 35

Kehilangan keikhwanan :
1)    Meninggal dunia
2)    Mengundurkan diri
3)    Menjadi anggota perguruan silat lain
4)    Diberhentikan


Pasal 36


Pemberhentian :
1)    Perberhentian dilaksanakan oleh pengurus setelah memperhatikan masukan Dewan Perawat atas tindakan yang bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
2)    Setiap ikwan berhak membela diri di depan sidang Dewan Perawat.



BAB XIX
STRUKTUR KEKUASAAN


Pasal 37

Kekuasaan Tertinggi di bidang keilmuan Perguruan Silat SIN LAM BA dipegang oleh Sesepuh / Dewan Perawat.

 


Pasal 38

Kepemimpinan organisasi oleh Pengurus Pusat, Pengurus Daerah, Pengurus Cabang dan Pengurus Ranting.


Pasal 39

Pengurus Pusat berkedudukan di JAKARTA. Pengurus Daerah (PENGDA) berkedudukan di setiap ibukota propinsi. Pengurus Cabang (PENGCAB) berkedudukan di setiap kabupaten. Pengurus Ranting berkedudukan di tingkat kecamatan dan Pengurus Unit berkedudukan di kelurahan.


Pasal 40

1)    Wewenang pengangkatan Pengurus Daerah dan Cabang diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.
2)    Wewenang pembuatan kartu ihkwan (anggota) hanya dimiliki oleh Pengurus Pusat.




 

 

BAB XX
PEMBENDAHARAAN


Pasal 41

Harta benda Perguruan Silat SIN LAM BA terdiri dari :
1)    Uang pendaftaran Ikhwan / Anggota
2)    Uang iuran dan kewajiban lain yang ditetapkan di dalam Anggaran Rumah Tangga.
3)    Bantuan dan Sumbangan dari masyarakat, perusahaan dan pemerintah yang tidak mengikat.
4)    Hibah wasiat dan hibah hidup.
5)    Hasil usaha-usaha atau kegiatan-kegiatan lain yang sah, halal, tidak mengikat dan tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.


BAB XXI
RAPAT


Pasal 42

Rapat-rapat organisasi terdiri dari :
1)    Musyawarah Besar
Adalah rapat yang dihadiri oleh Sesepuh, Dewan Perawat, Utusan Daerah dan Cabang yang diadakan 4 tahun sekali untuk memperbaiki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, Menetapkan Ketua Umum Pengurus Pusat dan Membuat Program Kerja Nasional.
2)    Musyawarah Besar Luar Biasa
    Adalah Rapat yang dihadiri oelh Sesepuh, Dewan Perawat, Utusan Dearah/Cabang yang dapat diadakan sewaktu-waktu atas permintaan sekurang-kurangnya 50% dari jumlah Sesepuh, Dewan Perawat, Utusan Daerah dan Cabang guna membicarakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
3)    Musyawarah Kerja
Adalah rapat yang dihadiri oleh seluruh Fungsionaris Pengurus, Sesepuh, Dewan Perawat, Utusan Daerah/Cabang yang diadakan minimal sekali dalam setahun.



BAB XXII
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA


Pasal 43

Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga hanya dapat dilaksanakan dalam Musyawarah Besar dan Musyawarah Besar Luar Biasa.



BAB XXIII
PEMBUBARAN ORGANISASI


Pasal 44

Pembubaran organisasi hanya dapat dilakukan dalam Musyawarah Besar dan atau Musyawarah Besar Luar Biasa.



BAB XXIV
PENUTUP


Pasal 45
Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini akan diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga.




 

 

ANGGARAN RUMAH TANGGA
PERGURUAN SILAT SIN LAM BA



BAB I
LAMBANG DAN BENDERA


Pasal 1
LAMBANG


Perguruan Silat SIN LAM BA memiliki lambang yang terdiri dari :
a.    Segilima berwarna hitam melambangkan Pancasila
b.    Segilima dalam berwarna hitam melambangkan rukun Islam
c.    Dua trisula berwarna hitam melambangkan ilmu silat yang diajarkan dalam lingkungan Perguruan Silat SIN LAM BA, baik silat fisik (luar) maupun tenaga dalam
d.    Padi yang berwarna kuning di sebelah kiri berjumlah 18 butir dan di sebelah kanan yang berjumlah 19 butir melambangkan tahun digunakannya nama SIN LAM BA pada perguruan ini yakni 1937
e.    Huruf arab ﺏ ﻞ ﺲ berwarna hijau mengandung makna Sa’adah (kebahagiaan), Latifah (kelembutan) dan Barokah (mendapat kebercukupan dari Allah SWT)
f.    Jabat tangan yang berwarna coklat melambangkan persaudaraan yang erat di antara sesama ikhwan Perguruan Silat SIN LAM BA.

 


Pasal 2
BENDERA


Bendera Perguruan Silat SIN LAM BA terdiri dari :
a.    Warna dasar logo putih
b.    Warna dasar bendera kuning seperti seragam perguruan
c.    Tulisan Perguruan Silat SIN LAM BA berwarna hijau
d.    Jabat tangan berwarna coklat
e.    Padi di sisi kanan dan kiri berwarna kuning
f.    Dua buah trisula berwarna hitam

 


BAB II
LINGKUP KEGIATAN


Pasal 3


Kegiatan Perguruan Silat SIN LAM BA meliputi :
1.    Latihan Seni Bela Diri Silat : kegiatan gerak fisik olah badan berdasarkan kurikulum silat yang ada dengan cakupan gerak silat fisik (luar) dan tenaga dalam
2.    Pengajian dan diskusi keagamaan : kegiatan untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT berbentuk ceramah dan diskusi
3.    Penelitian dan Pengembangan Tenaga Dalam : kegiatan mengumpulkan data tentang tenaga dalam, mempelajari dan menganalisis tenaga dalam yang nantinya diamalkan.
4.    Seminar : kegiatan yang bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah persilatan, tenaga dalam dan keagamaan
5.    Kegiatan-kegiatan sosial lainnya yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar.




 

 

BAB III
PERAWAT


Pasal 4

Kriteria perawat :
1.    Barakhlaq yang benar dan berbudi pekerti yang baik
2.    Sehat jasmani dan rohani
3.    Memiliki wawasan Al Qur’an dan Islam yang integral
4.    Bersedia mengembangkan ilmu SIN LAM BA
5.    Berusia minimal 30 tahun atau sudah menikah.
6.    Menguasai langkah 5 (lima) dasar
7.    Menguasai jurus wiraloka SIN LAM BA
8.    Telah mengikuti penataran calon perawat yang diadakan oleh Pengurus Pusat
9.    Lulus beberapa materi ujian / kasus yang dipersiapkan dalam penataran calon perawat
10.    Telah menjadi ikhwan aktif Perguruan Silat SIN LAM BA minimal 5 (lima) tahun
11.    Harus merupakan usulan perawat yang berjenjang sampai ke pusat.

 

 


BAB IV
IKHWAN


Pasal 5

SYARAT-SYARAT IKHWAN


Yang dapat diterima menjadi ikhwan Perguruan Silat SIN LAM BA adalah mereka yang memenuhi ketentuan-ketentuan seperti yang tercantum dalam Anggaran Dasar dengan ketentuan tambahan sebagai berikut :
1)    Menerima dan menyetujui Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Program dan peraturan-peraturan organisasi
2)    Mendapat persetujuan dari orang tua / wali bagi yang belum dewasa dan persetujuan suami bagi wanita yang bersuami
3)    Bersedia mengucapkan ikrar ikhwan.




BAB 6
PROSEDUR PENERIMAAN DAN PENGANGKATAN IKHWAN


Prosedur penerimaan dan pengangkatan ikhwan ditetapkan sebagai berikut :
1)    Mengajukan permohonan dengan mengisi formulir pendaftaran ikhwan
2)    Membayar uang administrasi dan iuran bulanan
3)    Menjalani masa pra keikhwanan sampai adanya penetapan keikhwanan dari pengurus pusat
4)    Mengucapkan ikrar sebelum menerima ketetapan keikhwanan.



BAB 7
IKRAR IKHWAN


Bismillahirrahmaannirrohim
Asyhadu alla illaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadarrrasulullah

Dengan berserah diri kepada Allah SWT saya masuk menjadi ikhwan Perguruan Silat SIN LAM BA adalah semata-mata untuk turut serta mengusahakan tercapainya  maksud dan tujuan Perguruan Silat SIN LAM BA yaitu untuk mengembangkan dan melestarikan budaya bangsa Indonesia, khususnya olah raga bela diri SIN LAM BA, dan turut serta membangun


 

manusia seutuhnya agar bertaqwa kepada Allah SWT, sehat jasmani dan rohani, berjiwa patriot, setia kawan serta berakhlaq mulia, sehingga dapat menjadi modal dasar dalam pembangunan bangsa dan negara menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

 

Saya berjanji akan selalu mentaati segala ketentuan dan peraturan yang berlaku dan menjunjung tinggi serta memelihara nama baik Perguruan Silat SIN LAM BA.




 

 

Pasal 8
HAK DAN KEWAJIBAN IKHWAN


1.    Berhak mengikuti semua kegiatan organisasi
2.    Berhak mengikuti rapat ikhwan, mengajukan pendapat dalam rapat, dan dapat memilih dan diplih menjadi penguirus sesuai dengan ketentuan dan tata tertib yang berlaku.
3.    Berhak memperoleh perlakuan yang sama dari organisasi.
4.    Berkewajiban menjunjung tinggi dan menjaga nama baik / kehormatan organisasi.
5.    Mematuhi / mentaati ketentuan-ketentuan organisasi sebagai berikut :

 

a.    Bertaqwa kepada Allah SWT. dengan mengerjakan perintahnya serta menjauhi / Menghindari hal-hal yang dilarang anatar lain :

a.    Berzina
b.    Berjudi
c.    Berbohong
d.    Meminum minuman yang memabukkan
e.    Berusah memiliki harta orang lain tanpa hak
f.    Berkelahi dan berusaha menjagokan / menyombongkan diri


b.    Menghormati kedua orang tua / orang yang dituakan dan perawat
c.    Mengembangkan rasa persaudaraan anatar sesama ikhwan.


6.    Membantu pimpinan dan menjalankan tugas organisasi


Pasal 9
IKHWAN KEHORMATAN DAN IKHWAN LUAR BIASA


Setiap jenjang kepengurusan Perguruan Silat SIN LAM BA dapat mengangkat ikhwan kehormatan dan ikhwan berdasarkan pertimbangan untuk kemaslatan, pengembangan dan pembinaan organiasasi Perguruan Silat SIN LAM BA.

 


BAB V
KEUANGAN


Pasal 10

1)    Penyimpanan uang organisasi di luar keperluan sehari-hari dilakukan di bank
2)  Besarnya uang administrasi dan iuran bulanan ditentukan oleh pengurus daerah atas persetujuan pengurus pusat.
3)    Setiap penerimaan dan pengeluaran organisasi harus diketahui oleh ketua dan bendahara dan dilakukan pencatatat sebagaimana digariskan dalam Anggaran Dasar organisasi.




 

 

BAB VI
KETENTUAN PERSILATAN


Pasal 11

1.    Pengukuhan perawt dilakukan oleh Ketua Dewan Perawat atas usulan Pengurus Daerah dan rekomendai perawat setempat
2.    Penentuan tingkat silat ikhwan diatur oleh seksi persilatan Pengurus Pusat.
3.    Ujian kenaikan tingkat ikhwan untuk angkin putih sampai merah di ranting / unit dilaksanakan oleh Pengurus Cabang atas persetujuan Pengurus Pusat sedangkan untuk angkin hitam dilaksanakan di pusat oleh Pengurus Pusat.


Pasal 12
PERLENGKAPAN SILAT


Segala sesuatu mengenai-perlengkapan silat ditentukan oleh pengurus pusat



BAB VII
KESEKRETARIATAN


Pasal 13


1.    Pengurus Ranting melapor ke Pengurus Cabang minimal sekali dalam 6 (enam) bulan.
2.    Pengurus Cabang melapor ke Pengurus Daerah minimal sekali dalam 6 (enam) bulan.
3.    Pengurus Daerah ke Pengurus Pusat minimal minimal sekali dalam setahun.
4.    Pengurus Pusat berkewajiban menyampaikan informasi balik ke Pengurus Daerah minimal setahun sekali.
5.    Pengurus Daerah harus mengirimkan salinan / tembusan surat-surat resmi yang dikeluarkan kepada Pengurus Pusat




 

 


 

LAMPIRAN I

 

 

 

 

 

FILOSOFI / ARTI LAMBANG
PERGURUAN SILAT SIN LAM BA





slbbig




Penjelasan :

Perguruan Silat SIN LAM BA memiliki lambang yang terdiri dari :

a.    Segi lima berwarna hitam melambangkan Pancasila
b.    Segi lima dalam berwarna hitam melambangkan rukun Islam
c.    Dua trisula berwarna hitam melambangkan ilmu silat yang diajarkan dalam lingkungan Perguruan Silat SIN LAM BA, baik silat fisik (luar) maupun tenaga dalam
d.    Padi yang berwarna kuning di sebelah kiri berjumlah 18 butir dan di sebelah kanan yang berjumlah 19 butir melambangkan tahun digunakannya nama SIN LAM BA pada perguruan ini yakni 1937
e.    Huruf arab ﺏ ﻞ ﺲ berwarna hijau mengandung makna Sa’adah (kebahagiaan), Latifah (kelembutan) dan Barokah (mendapat kebercukupan dari Allah SWT)
f.    Jabat tangan yang berwarna coklat melambangkan persaudaraan yang erat diantara sesama ikhwan Perguruan Silat SIN LAM BA.





 

 

LAMPIRAN II






BENDERA


PERGURUAN SILAT SIN LAM BA




flag 1





 

Bendera Perguruan Silat SIN LAM BA terdiri dari :

 

 

 

1.Warna dasar logo putih

2.Warna dasar bendera kuning / seperti seragam perguruan

3.Tulisan Perguruan Silat SIN LAM BA berwarna hijau

4.Jabat tangan berwarna coklat

5.Padi di sisi kanan dan kiri berwarna kuning

6.Dua buah trisula berwarna hitam

7.Nama Pengurus Pusat / Nama Cabang / Nama Ranting / Nama Unit dibawah logo dengan tulisan berwarna hijau,

   seperti contoh :





flag 1

 

 

 

flag 2

 

 

 

flag 3

 

 

 

falg 4